SEBATANG BAMBU, SERIBU MAKNA KEMERDEKAAN

Pagi itu matahari belum terlalu tinggi. Di rumpun bambu pinggir dusun, seorang warga tampak sibuk dengan golok di tangan kanan dan sebatang bambu di tangan kiri. Keringat membasahi bajunya, tapi semangatnya tidak padam.

Bambu-bambu itu bukan ditebang untuk dijual. Bambu ini punya tugas yang lebih mulia. Dalam beberapa hari ke depan, batang-batang bambu ini akan disulap menjadi patok, gapura, umbul-umbul, tiang bendera, dan berbagai hiasan untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Bagi warga, bambu selalu jadi sahabat kemerdekaan.

Dulu para pejuang memakai bambu runcing untuk melawan penjajah. Sekarang, bambu dipakai untuk membangun suasana merdeka. Dari hal sederhana, tumbuh semangat besar.

"Nggo patok, mas. Ben rame nyambut 17-an," ujarnya sambil tersenyum, menatap rumpun bambu yang masih berdiri kokoh.

Dari rumpun bambu yang sama, lahirlah patok-patok dan gapura merah putih, semangat gotong royong, dan kebanggaan menjadi anak bangsa. Karena kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tapi juga diusahakan. Bersama-sama. Dengan apa yang kita punya. Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin