Tradisi malam tirakatan di Desa Muktisari selalu menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus hangat. Di tengah keheningan malam perayaan kemerdekaan, warga berkumpul bersama mengelilingi sajian tumpeng yang terpajang anggun di tengah ruang. Lebih dari sekadar hidangan adat, tumpengan menjadi wujud rasa syukur yang mendalam atas nikmat kemerdekaan dan kedamaian yang terus menaungi desa.
Bentuk tumpeng yang menjulang tinggi ke atas menyimbolkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sementara aneka lauk-pauk di sekelilingnya menggambarkan keragaman dan kekayaan alam yang patut dijaga. Dalam momen perenungan ini, doa-doa tulus dipanjatkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, sekaligus memohon keselamatan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Muktisari.
Puncak kebersamaan terlihat saat prosesi potong tumpeng dan makan bersama. Duduk lesehan tanpa sekat status sosial, warga menikmati hidangan dengan penuh kehangatan. Tradisi ini berhasil merawat tali silaturahmi, menegaskan bahwa semangat gotong royong dan persatuan tetap hidup dan mengakar kuat di Desa Muktisari.
Lihat video dokumentasi klik disini
Berikan Komentar