MAKNA DIBALIK RITUAL POTONG KAMBING PADA BULAN SYURO : TRADISI MASYARAKAT DESA MUKTISARI

Tradisi menyembelih kambing pada bulan Suro di kalangan masyarakat Desa Muktisari bukanlah sekadar warisan budaya turun-temurun yang bernuansa mistik atau ritualistik semata, melainkan merupakan ekspresi keberagamaan yang kaya makna. Ia merupakan perwujudan integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal yang telah berlangsung sejak proses islamisasi budaya di Nusantara.


Dalam konteks ini, tradisi Suro, dengan berbagai bentuknya seperti tirakatan, tapa bisu, ngumbah keris, ziarah, jeguran, menyembelih kambing jantan hingga tahlilan, secara substantif mengandung dimensi akidah (keyakinan kepada Allah dan nilai spiritual), syariat (pengamalan melalui ibadah dan amal kebajikan), dan akhlak (pengendalian diri, introspeksi, penghormatan terhadap sesama dan leluhur).


Simbol-simbol laku yang dijalani masyarakat desa Muktisari bukanlah bentuk kesyirikan, melainkan bentuk pasemon spiritual: cara masyarakat desa Muktisari dalam mendekat kepada Yang Maha Kuasa dengan bingkai tradisi yang khas dan sakral. Namun demikian, diperlukan pemahaman kritis dan edukatif agar tradisi tersebut tidak disalahpahami, baik oleh masyarakat internal yang menjalankannya maupun oleh pihak luar yang menilai dari sudut pandang tekstual semata. Sebab tanpa landasan ilmu dan pandangan yang komprehensif, akan muncul sikap gegabah dalam menyalahkan budaya sebagai sesat atau bid’ah, padahal ia justru bisa menjadi jembatan dakwah dan perenungan ruhani yang sangat kuat.


Pada akhirnya, tradisi Suro adalah cerminan dari Islam yang membumi, berbudaya, dan beradab. Ia mengajarkan bahwa agama tidak harus kaku dalam bentuk formal, tetapi bisa hidup dalam kesadaran kolektif, simbolisme lokal, dan praktik spiritual yang khas. Dengan mengembalikan ruh syariat dan makna filosofis di balik setiap laku budaya, masyarakat Jawa dapat menjadikan bulan Suro bukan sekadar momentum warisan leluhur, tetapi sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah, menata hidup, dan memperkuat jati diri spiritual.Sabtu, 31 Mei 2025



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin